Book A Tour
{:id}Terhubung dengan Kami Hari Ini!{:}{:en}Get In Touch With Us Today!{:}

{:id}Hubungi kami untuk mengatur kunjungan.{:}{:en}Contact us to arrange a visit.{:}












or call us at +62 (21) 8051 1500

{:id}Atur Janji Temu Keliling Lokasi!{:}{:en}Book A Tour!{:}

{:id}Hubungi kami untuk mengatur kunjungan.{:}{:en}Contact us to arrange a visit.{:}











or call us at +62 (21) 8051 1500

Media Centre

Decreasing Office Occupancy Does Not Affect Co-Working Space

As featured:

| Jan 2020 |

Penurunan Okupansi Perkantoran Tak Pengaruhi Co-Working Space

JustCo optimistis akan ada pertumbuhan permintaan lebih lanjut dari perusahaan teknologi yang sudah mapan dan berkembang,

Bisnis.com, JAKARTA — Jika melihat tren properti perkantoran yang diprediksi mengalami penurunan pada tahun ini, penyedia ruang kerja bersama JustCo justru lebih optimistis menghadapi 2020.

General Manager JustCo Indonesia Michael Sim mengatakan bahwa tahun ini industri ruang kerja bersama (co-working space) justru mampu menembus batas-batas yang menghalangi pertumbuhan pasar perkantoran selama ini.

“Masih ada banyak ruang bagi co-working space untuk bertumbuh di Asia yang hanya menyerap 5 persen dari keseluruhan properti perkantoran,” jelas Michael kepada Bisnismelalui surel, Minggu (12/1/2020).

Michael menjelaskan bahwa JustCo baru saja mencatatkan pertumbuhan permintaan yang cukup besar dari beberapa perusahaan besar seperti Fortune 500 karena mereka melihat nilai tambah dari penggunaan ruang kantor fleksibel.

“Menggunakan co-working space dinilai bisa lebih menghemat biaya, mendukung kerja sama yang lebih erat antara para pekerja dan kesempatan untuk kolaborasi yang lebih besar. Faktor-faktor ini bisa mendorong kesuksesan untuk individu maupun perusahaan,” ungkap Michael.

Adapun, makin ke sini, pemilik properti juga makin percaya diri untuk memanfaatkan ruang-ruang kosong yang mereka miliki untuk dijadikan ruang kerja bersama.

Ketika melihat adanya penurunan tren investasi untuk perusahaan rintisan atau startupkhususnya di bidang teknologi, Michael mengatakan bahwa tidak ada dampak besar yang dirasakan para pengelola ruang kantor fleksibel.

Menurut Michael, ruang kerja bersama bukan hanya disediakan bagi startup, melainkan juga bisa digunakan secara individu bagi pekerja lepas usaha kecil dan menengah. Sektor-sektor tersebut juga menyumbang permintaan yang cukup besar kepada ruang-ruang kantor fleksibel.

Selanjutnya, jika melihat perkembangan pasar properti di Jakarta, JustCo optimistis akan ada pertumbuhan permintaan lebih lanjut dari perusahaan teknologi yang sudah mapan dan berkembang, dari startup dan juga UKM yang lebih memilih bekerja di lingkup ruang kerja fleksibel.

“Selain fleksibel dari penggunaan ruangnya, co-working space seperti kami juga menawarkan beragam fasilitas seperti internet yang cepat, harga sewa yang bersaing dan kontrak yang mudah, dan kemudahan akses di cabang-cabang lain bahkan yang ada di luar negeri,” ungkapnya.

JustCo launches relief package to support more than 3,000 companies across the region

{:id} As featured on: Bisnis.com Property Terkini | April 2020 | JustCo, salah satu penyedia co-working space terkemuka di Asia Pasifik hari ini mengumumkan paket bantuan jutaan dolar dalam bentuk potongan harga membership sebanyak 15-30% untuk Mei 2020, komitmen merupakan [...]...

Read More

Best Practice Office Design for 2020

{:id} As featured on: Bisnis Indonesia (13 Jan) Bisnis Indonesia (9 Jan) | Jan 2020 | Saat kami memasuki tahun 2020, kami mengarahkan tren yang muncul dalam ruang desain kantor. Sudah terbukti bahwa ada hubungan langsung antara desain kantor cerdas [...]...

Read More